Kalkulator Hash MD5
Menghasilkan digest pesan MD5 (Algoritma Message-Digest 5 yang ditentukan oleh RFC 1321) 128-bit/16-byte dari string teks atau file yang dikodekan dalam heksadesimal. MD5 tidak lagi boleh digunakan sebagai fungsi hash yang aman, gunakan keluarga algoritma SHA-2 atau SHA-3 sebagai gantinya.
Hash MD5:
Alat Terkait
Lebih lanjut tentang MD5 Hash
MD5 adalah fungsi hash kriptografi yang mengambil pesan dengan panjang sembarang dan menghasilkan ringkasan pesan berukuran tetap, 128 bit. Proses menghasilkan hash MD5 melibatkan langkah-langkah berikut:
Padding: Pesan diberi padding sehingga panjangnya merupakan kelipatan dari 512 bit. Padding dilakukan sedemikian rupa sehingga pesan yang telah diberi padding selalu setidaknya 64 bit lebih pendek dari kelipatan 512 bit berikutnya.
Pemrosesan Pesan: Pesan yang telah diberi padding dibagi menjadi blok-blok 512 bit, dan fungsi kompresi MD5 diterapkan pada setiap blok secara bergantian. Fungsi kompresi mengambil input berupa ringkasan pesan 128 bit dan blok pesan 512 bit, kemudian menghasilkan ringkasan pesan 128 bit yang baru.
Inisialisasi: Sebelum memproses blok pertama, fungsi hash MD5 menginisialisasi buffer keadaan 128 bit dengan empat kata 32 bit, yaitu A, B, C, dan D.
Pemrosesan Putaran: Fungsi kompresi diterapkan pada setiap blok pesan, dan buffer keadaan diperbarui setelah setiap blok diproses. Fungsi kompresi terdiri dari empat putaran, dengan setiap putaran terdiri dari 16 operasi. Setiap operasi melibatkan operasi logika bitwise, penjumlahan modulo 2^32, dan pergeseran sirkular dari buffer keadaan.
Output: Setelah memproses semua blok, ringkasan pesan 128 bit diperoleh dengan menggabungkan empat kata 32 bit dalam buffer keadaan dalam urutan A, B, C, dan D.
Fungsi hash MD5 dirancang sebagai fungsi satu arah, yang berarti secara komputasional tidak mungkin menemukan dua pesan berbeda yang menghasilkan nilai hash yang sama. Sifat ini membuatnya berguna untuk memverifikasi integritas data dengan membandingkan nilai hash data asli dengan nilai hash data yang diterima. Namun, MD5 kini dianggap tidak aman untuk tujuan kriptografi karena kelemahan yang diketahui dalam desainnya, dan fungsi hash yang lebih aman seperti SHA-2 dan SHA-3 direkomendasikan untuk aplikasi baru.